Oleh: Komunitas AB | September 11, 2009

Sulitnya Mencari “Setetes” Darah

Kompas Minggu, 23 Agustus 2009 | 03:12 WIB

Oleh Budi Suwarna

Mencari darah untuk keperluan transfusi bukan perkara mudah. Jika persediaan darah di PMI tidak ada, orang harus pontang-panting mencari sendiri siapa pun yang bersedia menjadi donor.

Kunto (32), karyawan sebuah perusahaan penerbitan buku di Yogyakarta, pernah mengalaminya. Tahun 1993, dia mengalami kecelakaan sepeda motor di Jalan Kaliurang, Sleman, yang membuat kaki kanannya patah. Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter mengatakan, kaki Kunto harus dioperasi sesegera mungkin. Jika terlambat, kaki itu terancam diamputasi.

Vonis itu disampaikan pagi hari beberapa saat setelah Kunto dirawat. Namun, operasi tidak bisa segera dilakukan karena pihak rumah sakit tidak memiliki persediaan darah golongan AB yang sesuai dengan golongan darah Kunto. Keluarga Kunto pun menghubungi unit transfusi PMI. Sialnya, persediaan darah AB di sana sedang kosong.

”Keluarga saya lalu mencari donor ke sana kemari. Mereka menghubungi kerabat, teman, hingga kenalan di Seminari Kentungan,” tutur Kunto, Selasa (18/8). Sore hari, barulah keluarga Kunto berhasil mengumpulkan beberapa donor bergolongan darah AB. Dari mereka terkumpul lima kantong darah yang digunakan untuk operasi sore itu juga. ”Berkat kedermawanan mereka, kaki saya tidak diamputasi,” tambah Kunto.

Situasi serupa dialami Nurmala (70), seorang ibu rumah tangga di Kebayoran Lama, Jakarta. Seperti diceritakan anaknya, Kiki (30), Nurmala terkena demam berdarah pada tahun 2007. Ketika masuk rumah sakit, kondisinya buruk. Pukul 10.30 dokter memutuskan Nurmala harus mendapatkan transfusi darah. ”Kami langsung mencari darah A untuk ibu ke PMI. Ternyata stok darah A habis,” tutur Kiki, Jumat (21/8).

Kiki pun panik. Di tengah kepanikannya, dia menelepon teman sekantornya untuk minta tolong dicarikan donor. Teman-teman Kiki pun bergerak cepat. Tengah malam, mereka berhasil mengumpulkan 10 pendonor darah. Darah merekalah yang akhirnya menyelamatkan nyawa ibunda Kiki. ”Saya sangat terharu dengan kejadian itu. Bayangkan, para pendonor itu tidak kenal saya. Tapi, mereka mau datang ke PMI malam-malam untuk menyumbangkan darah buat ibu saya.”

Buat Kunto dan Kiki, pengalaman mencari darah waktu itu tidak akan pernah terlupakan. ”Ternyata mencari darah itu susah. Mudah-mudahan, kejadian seperti itu tidak akan pernah terulang lagi,” ujar Kunto. Kurang stok PMI memang sering mengalami defisit persediaan darah. Pasalnya, antara persediaan dan permintaan darah memang jomplang.

Pada dialog peringatan Hari Donor Darah Sedunia Tahun 2008 terungkap, kebutuhan darah di Indonesia per tahun rata-rata 4,3 juta kantong. Namun, persediaan rata-rata hanya 1,2 juta. Artinya, ada defisit 3,1 juta kantong darah per tahun. Persediaan yang ada pun, kata Ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Jakarta Pamudji R Soetopo, bisa merosot pada saat-saat tertentu, seperti menjelang dan setelah Lebaran.

”Biasanya, dua pekan sebelum dan setelah Lebaran, persediaan darah PMI merosot 50-60 persen karena para pendonor banyak yang pulang kampung atau sibuk menyiapkan hari raya Lebaran. Padahal, orang yang butuh darah saat itu justru meningkat karena banyak kecelakaan lalu lintas,” kata Pamudji yang juga Ketua Forum Komunikasi Dermawan Darah (Fokuswanda).

Persediaan darah yang minim di PMI tidak pelak membuat Kunto dan Kiki masih sering waswas. ”Saya khawatir kalau saya suatu ketika sakit dan butuh transfusi darah lagi. Soalnya darah AB seperti yang mengalir di tubuh saya ini susah didapat,” ujar Kunto. Oleh karena itu, ketika Kunto membaca surat pembaca yang ditulis Imam Maulana tentang perlunya membuat komunitas orang bergolongan darah AB, Kunto langsung menghubungi Imam.

Pada akhir 2007, mereka pun berhasil membentuk Komunitas AB. Saat ini, jumlah anggotanya sekitar 300 orang, tersebar di beberapa daerah, seperti Yogyakarta, Jakarta, Jepara, dan Klaten. Mereka siap mendonorkan darah pada situasi darurat. ”Kami membentuk komunitas ini karena orang bergolongan darah AB di Indonesia tergolong minoritas. Dari 100 orang, hanya satu atau dua yang bergolongan darah AB,” kata Imam (28).

Selain komunitas AB, ada komunitas orang dengan golongan darah rhesus negatif—golongan darah yang sangat langka di Indonesia. Ada pula Fokuswanda yang anggotanya 3.500 orang di seluruh Indonesia. Mereka adalah pendonor yang telah menyumbangkan darahnya lebih dari 100 kali. Sekretaris Jenderal Fokuswanda Ariman K Usman, Jumat, mengatakan, organisasinya memiliki data pendonor dan golongan darahnya. ”Kalau ada orang yang butuh darah, kami tinggal menghubungi anggota yang golongan darahnya cocok,” kata Ariman. (Lusiana Indriasari)


Responses

  1. bukannya AB rciepen universal

    Sekarang menurut ilmu transfusi sudah tidak ada lagi donor dan recipen. Jadi kalau O harus di donor dengan O, AB dengan AB, A dengan A, B dengan B banyak kegagalnnya kalau tidak sejenis…..

    Grey Blood menulis
    jam 0:36 tanggal 09 Oktober 2009
    Ada kesalahan di edi waluyo tuh. semuanya kebalik. Kalo goldar AB, tuh resipien universsl, bisa nerima smua goldar, soalnya AB tidak punya antibodi. Goldar O punya antibodi thdp A dan B, jadi hanya boleh menerima dari O saja, tapi ini gak masalah karna goldar O adalah goldar terbanyak di dunia… Goldar O bisa memberikan ke semua darah, karena tidak punya antigen. Kalo A, punya antigen A dan antibodi terhadap B, makanya bisa nerima A tapi menggumpal kalo sama B. Dan B-pun kebalikannya. Tapi sistem beginian kurang sehat. Cara yang paling tepat yaitu cuma penyumbangan dari O ke O, A ke A, B ke B, dan AB ke AB. Dalam hal ini AB kesusahan karena termasuk darah yang paling langka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: